Sponsor

Sabtu, 24 Mei 2014

Manfaat Merendam Kaki Dengan Air Garam

Garam adalah salah satu jenis bumbu dapur yang dapat ditemukan hampir di setiap dapur rumah. Sering kali pula kita mendengar bahwa merendam kaki pada air hangat yang mengandung garam memiliki manfaat baik bagi kesehatan. Tapi apakah merendam kaki pada air garam benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan atau hanya sekedar mitos ya?
Ternyata merendam kaki pada air garam bukan hanya sekedar mitos tetapi benar memiliki manfaat positif bagi kesehatan. Mari kita simak beberapa manfaat yang telah berhasil penulis rangkum sebagai berikut:
Ø   Merendam kaki dengan air garam ampuh untuk membunuh kuman yang menempel pada kaki.
Ø   Merendam kaki dengan air garam memberikan efek relaksasi dan menghilangkan rasa pegal pada kaki setelah lelah beraktifitas.
Ø   Berdasarkan penelitian, air garam dapat mengalirkan listrik lebih kuat dibandingkan air tawar, dan mengurai unsur air dan garam menjadi Ion Negatif. Senyawa itu akan masuk ke tubuh dari kaki melalui jaringan meridian yang melintasi jaringan kulit kaki. Ion Negatif yang masuk tadi akan mengikat Ion Positif berupa Racun dan Radikal Bebas.
Ø   Merendam kaki dengan air garam efektif pula mengatasi masalah infeksi kulit ringan.
Ø   Merendam kaki dengan air garam dapat mengurasi rasa nyeri rematik, karena garam yang bersifat kering dapat meresap ke dalam lapisan kulit kaki yang bekerja dengan menyerap kelebihan cairan yang diakibatkan oleh reaksi inflamasi, yang merupakan reaksi sistem imun tubuh terhadap infeksi maupun cedera, sehingga sel yang mengembang dapat dikeringkan dan alhasil rasa nyeri penyakit rematik dapat berkurang dan teratasi.
Nah, berikut adalah cara merendam kaki ke dalam air garam untuk memperoleh manfaat yang optimal, yaitu:
Ø   Siapkan sebuah baskom atau ember besar.
Ø   Sediakan Air Hangat secukupnya untuk merendam kaki.
Ø   Tambahkan garam batu atau garam kasar ke dalam air hangat secukupnya.
Ø   Rendam kaki selama 10 menit.
Ø   Setelah selesai merendam, kaki dapat dibilas dengan air hangat tawar dan di keringkan dengan handuk bersih.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Sabtu, 10 Mei 2014

Apa Sih Arti Kode SOS?

Sering kita temukan penggunaan kode SOS pada saat genting dan bahaya.
Namun, apa arti dari kode tersebut yang sebenarnya?
Banyak yang menghubungkan kode tersebut sebagai singkatan dari kata "Save Our Ship".
Ternyata SOS bukan merupakan suatu singkatan, tetapi adalah kode morse yang melambangkan adanya suatu bahaya, yang dipilih karena kode tersebut lebih mudah diingat, sebab kode morse untuk melambangkan SOS adalah tiga titik untuk S,tiga garis untuk O dan tiga titik lagi untuk S.
Kode morse ini pertama kali digunakan oleh pemerintah Jerman pada 1 April 1905 dan menjadi standar di seluruh dunia sejak 3 November 1906.

Minggu, 30 Maret 2014

Hak Minoritas (Minority Interest) Dalam Laporan Konsolidasi

Hak minoritas sering ditemukan pada laporan konsolidasi perusahaan, namun banyak pembaca yang salah mengartikannya.
Jadi apakah hak minoritas tersebut?
Definisi sederhananya adalah pemegang saham minoritas di anak perusahaan yang terkonsolidasi laporan keuangannya, atau dapat diartikan pula sebagai sebagian kepemilikan saham atas anak perusahaan yang baik secara langsung maupun tidak langsung tidak dimiliki oleh perusahaan induk.
Jadi, hak minoritas tersebut hanya dapat kita temukan apabila perusahaan induk memiliki kepemilikan saham kurang dari 100% namun lebih dari 50% atas anak perusahaan, serta pastinya laporan induk dan anak perusahaan tersebut dikonsolidasikan pula.
Untuk lebih jelasnya lagi, saya akan memberikan sebuah contoh ilustrasi sederhana, yaitu:
Misalnya sebuah perusahaan dengan nama A yang merupakan sebuah perusahaan yang telah beroperasi mengembangkan usahanya dengan membeli sejumlah 70% saham atas perusahaan B, sementara sisa 30% saham tersebut dimiliki oleh pihak C. Sehingga saat laporan perusahaan A dan B dikonsolidasikan, maka akan muncul hak minoritas sejumlah 30% bagian saham perusahaan B yang dimiliki oleh pihak C.
Namun, sampai saat ini belum ada kesepakatan perlakuan terhadap hak minoritas, yaitu akan muncul beberapa pertanyaan ketika pembaca menemukan hak minoritas tersebut pada laporan keuangan, yaitu:
·            Apakah hak minoritas dapat dianggap sebagai utang? jika dianggap utang maka seharusnya akan timbul sejumlah biaya bunga yang akan jatuh tempo, sedangkan pada hak minoritas tidak terdapat biaya bunga tersebut.
·      Kemudian, apakah hak minoritas dapat dianggap sebagai ekuitas? Jika dianggap sebagai ekuitas seharusnya kepemilikan atas bagian hak minoritas tersebut perlu mengikuti RUPS pada perusahaan holding, sedangkan hak minoritas tidak diikutkan pada RUPS.

Oleh karena itu, pembaca harus dapat memutuskan dianggap sebagai apa hak minoritas tersebut. Namun, bagi penulis secara pribadi lebih setuju apabila hak minoritas tersebut diperlakukan sebagai utang karena proporsi atau bagian saham tersebut bagaimanapun tidak dimiliki oleh induk perusahaan.